Showing posts with label agama. Show all posts
Showing posts with label agama. Show all posts

Saturday, 7 November 2015

Kisah Nabi Zulkifli

  KIsahNabi Zulkifli
Kisah, cerita, dan Sejarah Nabi Zulkifli AS - Zulkifli adalah anak nabi Ayyub. Dengan demikian ia masih cucu nabi Ibrahim. Zulkifli di angkat menjadi nabi dan rasul sesudah ayahnya. Nama kecilnya ialah Basyardan ia termasuk orang yang sabar.
Sejak kecil hingga dewasa tidak pernah bohong. Semua janji yang diucapkannya selalu ditepati sehingga teman-teman dan orang sangat senang padanya. Bagi orang yang belum mengenal pribadinya lebih jauh akan merasa iba melihatnya. Sebab semua tingka lakunya mencerminkan kebenaran.

Ketika mendapat cobaan dari Allah ia tidak pernah mengeluh sedikitpun, bahkan Zulkifli lebih mendekatkan dirinya. Kesabarannya telah diabadikan dalam Al Qur'an surat Al Anbiyaa' ayat 85 sampai 86

Surat Al Anbiyaa' ayat 85

Artinya.:
Dan (ingatlah) kisah Ismail, Idris dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. (Al Anbiyaa': 85)
Kami telah memasukkan mereka dalam Rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang salih. (Al Anbiyaa’: 86)

Kesabaran yang ada pada dirinya kelak membuat ia menjadi raja seperti apa yang telah diucapkan nabi Ibrahim dan nabi Ishaq. Semua keturunannya akan menjadi pemimpin dan panutan bagi kaumnya.

1. Zulkifli Menjadi Raja
Adalah raja yang sudah lanjut usianya dan tidak diberi keturunan sama sekali. la sangat bingung dan gelisah mengenai penggantinya kelak. Raja itu adalah pemimpin yang bijaksana. la tidak pernah mementingkan dirinya, semua pikirannya adalah ditumpahkan pada negaranya.

Suatu hari raja mengadakan sayembara kepada seluruh rakyatnya. Isi sayembara itu ialah untuk memberi kesempatan kepada rakyat agar bisa memimpin negerinya. Persyaratan yang diminta sangatlah berat bagi ukuran rakyat itu sendiri.

Meskipun demikian raja tetap mengajukan persyaratan itu sebab ia berpikiran jika pada siang hari puasa dan malam hari menjalankan ibadah tentu akan dicontoh rakyatnya. Jika raja yang akan menggantikannya tidak pernah menjalankan persyaratan itu tentulah rakyatnya akan meniru pula.

Sayembara itu sangat cepat menyebar, sebab diumumkan orang-orang istana, dilanjutkan oleh bawahannya sampai lapisan masyarakat yang paling bawah.

Dalam waktu singkat berdatangan rakyat menuju istana. Yang datang bukan hanya rakyat biasa namun para pemuka suku dan pejabat juga ikut mencari kesempatan ini. Hadir Zulkifli dengan perasaan tidak menentu.
Tibalah mereka berkumpul di alun-alun yang luas. Raja sejak pagi ada di sana. Dengan senang ia berdiri dan dan disambut tepuktangan para rakyatnya.

" Wahai rakyatku, kini usiaku telah tua dan tidak memperoleh seorang keturunanpun. Maka untuk meneruskan kejayaan

kerajaan ini aku mengambil salah satu dari kalian, "katanya berwibawa. Rakyat yang menghadiri sayembara itu diam tanpa ada berani berisik. Mereka mendengarkan dengan khidmat.

" Aku tidak ingin raja yang hendak menggantikan kedudukanku dari insan sembarangan. Ketahuilah bahwa titah raja selalu dituruti dan tingkah laku raja akan diikuti oleh rakyatnya. Untuk itulah aku mengajukan persyaratannya, "sambung raja kemudian.

" Syaratnya ialah pada siang melakukan puasa dan malam hari melakukan ibadah, "kata raja lagi. Raja memberi kesempatan pada rakyat untuk mengangkat tangannya. Namun dari sekian banyak tidak ada yang mengangkat tangannya sama sekali. Mereka beranggapan bahwa persyaratan itu sangat berat.

Tiba-tiba dari tengah-tengah kerumunan masyarakat ada seorang pemuda yang mengangkat tangannya. Dia adalah Zukifli.

" Hamba sanggup menjalankan puasa di siang hari dan menjalankan ibadah pada malam hari, "katanya dengan suara lantang agar dapat didengarkan oleh rakyat yang hadir.

Para hadirin terkejut dengan ucapan Zulkifli. Begitu pula raja yang ada di depannya. la tidak yakin pada kemampuan anak muda itu. Hal ini disebabkan usia Zulkifli masih amat muda bagaimana mungkin ia dapat melakukan persyaratan yang diajukan oleh raja.

" Hai anak muda, janganlah kau main-main. Sayembara ini adalah untuk kepentingan negeri dan rakyat, "kata raja pada nabi Zulkifli. Dengan tenang Zulkifli melangkah ke hadapan raja.

"Wahai raja junjungan hamba, saya tidak main-main dengan ucapanku. Saya akan berusaha untuk melakukan persyaratan yang paduka berikan, "kata nabi Zulkifli dengan sungguh-sungguh.

Semula raja tidak dapat menerimanya karena faktor usianya yang relatif muda. Namun raja juga mempunyai pikiran bahwa anak itu kelak dapat memerintah rakyatnya dengan penuh kebajikan. Sebab dari sekian banyaknya hadirin hanya dia sendiri yang sanggup menjalankan persyaratan itu.

Akhirnya raja setuju, dan sejak saat itu nabi Zulkifli menjadi raja. Pada siang hari ia melakukan puasa dan malam hari menjalankan ibadah kepada Allah, la ingat pada janjinya di depan raja.

Raja yang sudah lanjut usia itu sangat senang dengan amal perbuatan nabi Zulkifli. la sangat yakin jika Zulkifli menjadi raja maka rakyatnya mendapatkan kedamaian. Akhirnya raja menghembuskan napasnya yang terakhir dengan tenang.

Sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir raja itu masih berpesan pada Zufkifli agar tetap menjalankan persyaratannya. la masih ragu dengan kemampuan nabi Zulkifli.la khawatir jika sudah meninggal Zulkifli meninggalkan persyaratannya. Nabi Zulkifli bersumpah untuk tetap menjalankan perintah itu.

Sepeninggal raja, nabi Zuikifli menyusun semua kegiatan rutinnya. Siang hari ia menjaiankan puasa disamping mengurus rakyat. Sedangkan malam hari ia beribadah (shalat). Jam tidur baginya hanya sedikit waktu saja.
Raja baru ini sangat sabar dalam melakukan ibadah dan puasa. la sangat disenang rakyatnya sebab tidak ada jarak antara keduanya. Setiap tamu yang berkunjung akan ditemaninya. Karena tingkah lakunya seperti itu, maka rakyat hidup dengan tenang.

2. Iblis Menggoda Zulkifli
Karena nabi Zulkifli sangat menghormati tamunya, maka iblis mencoba untuk menggodanya. la berpura-pura menjadi tamu di malam hari, ketika raja mau tidur. Sudah menjadi sifat iblis yang tidak suka jika ada orang begitu taat kepada Allah.

" Siapa yang ada diluar, silahkan masuk! "kata raja setelah shalat. Setelah menunggu agak lama terdengar pintu diketok or­ang. Setelah dipersilahkan masuk oleh raja, tamu itu tidak menjawab sama sekali.
Seusai dzikir, nabi Dzulkifli mendatangi pintu itu dan membukanya. la sangat heran sebab tidak dijumpai seorangpun. Begitu pintu ditutup kembali maka terdengar ketokan pintu lagi.

Akhirnya nabi Zulkifli membuka pintu itu dan tidak menutup-nya. la yakin banwa tamu yang hendak bertandang ke rumahnya ada kepentingan yang harus diselesaikan malam itu juga. la mempunyai pikiran seperti itu disebabkan sebelumnya tidak ada tamu yang bertandang pada malam hari.

Tidak lama kemudian muncullah tamu yang ditunggu-tunggu itu. Terlebih dahulu ia mengucapkan salam dan dibalas dengan ucapan salam juga oleh nabi Zulkifli.

" Silahkan masuk tuan, "kata nabi Zulkifli mempersilahkan tamunya. Kemudian mereka duduk berhadapan yang dibatasi meja. Zulkifli kemudian menanyakan maksud tamu itu.

" Apakah ada yang perlu saya bantu sehingga saudara malam-malam bertandang ke sini ? "tanya nabi Zulkifli kepada tamunya. Tamu itu seperti layaknya manusia, ia hanya menundukkan wajahnya.

" Ampun tuanku, memang ada keperluan yang mendesak sekali sehingga hamba bertamu malam-malam begini. Lagi pula rumah hamba sangat jauh dari sini, jawab tamu itu yang tidak lain adalah syetan.

" Ceritakan masalah yang sedang kalian hadapi. Siapa tahu aku dapat membantunya, "ujar nabi Zulkifli lagi. Kemudian tamu itu memberikan semua persoalannya. Pada dasarnya tamu itu meminta agar masalahnya dituntaskan malam itu juga.

" Begini saja, biar penasehatku yang memecahkan masalah ini, "kata nabi Zulkifli sejurus kemudian. Namun tamu itu tetap ngotot agar ia sendiri yang menyelesaikannya. Tamu itu tidak mau orang lain yang mengurusnya.

" Hamba tidak mau jika orang lain yang menyelesaikan urusanku ini. Hamba ingin tuan sendiri yang menyelesaikannya, "kata tamu itu tetap bersikeras.

Akhirnya rajalah yang menyelesaikan persoalan tamunya. Tamu itu kelihatan puas, dan rajapun pergi tidur. Namun sebelumnya ia menyuruh agar tamu itu pulang besok pagi saja. Namun betapa terkejutnya nabi Zulkifli ketika pagi buta sudah tidak melihat tamunya lagi. la tahu bahwa tamu semalam adalah syetan.
Meskipun jam istirahatnya terganggu dengan adanya tamu itu, nabi Zulkifli tidak pernah mengeluh. Sebab punya prinsip tamu adalah berkah. Menolak tamu berarti menolak berkah.

Karena kesabarannya hingga termasuk nabi pilihan di sisi Allah. Hal itu telah diterangkan dalam Al Qur'an surat Shod ayat 48:

Surat Shood ayat 48

Artinya : Dan ingatlah akan Ismail, liyasa', dan Zulkifli. Mereka semuanya termasuk orang-orang yang baik. (Shod: 48)

Demikianlah kisah nabi Zulkifli menurut Al Qur'an. Hendaknya kesabaran yang dimiliki oleh nabi Zulkifli dapat kita jadikan contoh, sehingga Allah senantiasa memberikan rahmatnya pada kita

Kisah Nabi Ayub

KISAH NABI AYUB

Nabi Ayub as menggambarkan sosok manusia yang paling sabar, bahkan bisa dikatakan bahwa beliau berada di puncak kesabaran. Sering orang menisbatkan kesabaran kepada Nabi Ayub. Misalnya, dikatakan: seperti sabarnya Nabi Ayub. Jadi, Nabi Ayub menjadi simbol kesabaran dan cermin kesabaran atau teladan kesabaran pada setiap bahasa, pada setiap agama, dan pada setiap budaya. Allah SWT telah memujinya dalam kitab-Nya yang berbunyi:
"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaih-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 44)
Yang dimaksud al-Aubah ialah kembali kepada Allah SWT. Nabi Ayub adalah seseorang yang selalu kembali kepada Allah SWT dengan zikir, syukur, dan sabar. Kesabarannya menyebabkan beliau memperoleh keselamatan dan rahasia pujian Allah SWT padanya.
Al-Qur'an al-Karim tidak menyebutkan bentuk dari penyakitnya, dan banyak cerita-cerita dongeng yang mengemukakan tentang penyakitnya. Dikatakan bahwa beliau terkena penyakit kulit yang dahsyat sehingga manusia-manusia enggan untuk mendekatinya. Dalam cuplikan kitab Taurat disebutkan berkenaan dengan Nabi Ayub: "Maka keluarlah setan dari haribaan Tuhan dan kemudian Ayub terkena suatu luka yang sangat mengerikan dari ujung kakinya sampai kepalanya." Tentu kita menolak semua ini sebagai suatu hakikat yang nyata. Kami pun tidak mentolerir jika itu dianggap sebagai perbuatan seni semata. Perhatikanlah ungkapan dalam Taurat: "Kemudian setan keluar dari haribaan Tuhan kita," sebagai orang-orang Muslim, kita mengetahui bahwa setan telah keluar dari haribaan Tuhan sejak Allah SWT menciptakan Adam as. Maka, kapan setan kembali keharibaan Tuhan? Kita berada di hadapan ungkapan seni, tetapi kita tidak berada di hadapan suatu hakikat.
Lalu, bagaimana hakikat sakitnya Nabi Ayub dan bagaimana kisahnya? Yang populer tentang cobaan Nabi Ayub dan kesabarannya adalah riwayat berikut: para malaikat di bumi berbicara sesama mereka tentang manusia dan sejauh mana ibadah mereka. Salah seorang di antara mereka berkata: "Tidak ada di muka bumi ini seorang yang lebih baik daripada Nabi Ayub. Beliau adalah orang mukmin yang paling sukses, orang mukmin yang paling agung keimanannya, yang paling banyak beribadah kepada Allah SWT dan bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya dan selalu berdakwah di jalan-Nya." Setan mendengarkan apa yang dikatakan lalu ia merasa terganggu dengan hal itu. Kemudian ia pergi menuju ke Nabi Ayub dalam rangka berusaha menggodanya tetapi Nabi Ayub adalah seorang Nabi di mana hatinya dipenuhi dengan ketulusan dan cinta kepada Allah SWT sehingga setan tidak mungkin mendapatkan jalan untuk mengganggunya.
Ketika setan berputus asa dari mengganggu Nabi Ayub, ia berkata kepada Allah SWT: "Ya Rabbi, hamba-Mu Ayub sedang menyembah-Mu dan menyucikan-Mu namun, ia menyembah-Mu bukan karena cinta, tapi ia menyembah-Mu karena kepentingan-kepentingan tertentu. Ia menyembah-Mu sebagai balasan kepada-Mu karena Engkau telah memberinya harta dan anak dan Engkau telah memberinya kekayaan dan kemuliaan. Sebenarnya ia ingin menjaga hartanya, kekayaannya, dan anak-anaknya. Seakan-akan berbagai nikmat yang Engkau karuniakan padanya adalah rahasia dalam ibadahnya. Ia takut kalau-kalau apa yang dimilikinya akan binasa dan hancur. Oleh karena itu, ibadahnya dipenuhi dengan hasrat dan rasa takut. Jadi, di dalamnya bercampur antara rasa takut dan tamak, dan bukan ibadah yang murni karena cinta."
Riwayat tersebut mengatakan bahwa Allah SWT berkata kepada iblis: "Sesungguhnya Ayub adalah hamba yang mukmin dan sejati imannya. Ayub menjadi teladan dalam keimanan dan kesabaran. Aku membolehkanmu untuk mengujinya dalam hartanya. Lakukan apa saja yang engkau inginkan, kemudian lihatlah hasil dari apa yang engkau lakukan."
Akhirnya, setan pergi dan mendatangi tanah Nabi Ayub dan berbagai tanaman dan kenikmatan yang dimilikinya. Kemudian setan itu menghancurkan semuanya. Keadaan Nabi Ayub pun berubah dari puncak kekayaan ke puncak kefakiran. Kemudian setan menunggu apa tindakan Nabi Ayub. Nabi Ayub berkata: "Oh musibah dari Allah SWT. Aku harus mengembalikan kepada-Nya amanat yang ada di sisi kami di mana Dia saat ini mengambilnya. Allah SWT telah memberi kami nikmat selama beberapa masa. Maka segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat yang diberikannya, dan Dia mengambil dari kami pada hari ini nikmat-nikmat itu. Bagi-Nya pujian sebagai Pemberi dan Pengambil. Aku dalam keadaan ridha dengan keputusan Allah SWT. Dia-lah yang mendatangkan manfaat dan mudharat. Dia-lah yang ridha dan Dialah yang murka. Dia adalah Penguasa. Dia memberikan kerajaan kepada siapa yang di kehendaki-Nya, dan mencabut kerajaan dari siapa yang dikehendaki-Nya; Dia memuliakan siapa yang dikehendaki-Nya dan menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya." Kemudian Nabi Ayub sujud dan Iblis tampak tercengang melihat pemandangan tersebut.
Lalu setan kembali kepada Allah SWT dan berkata: "Ya Allah, jika Ayub tidak menerima nikmat kecuali dengan mengatakan pujian, dan tidak mendapatkan musibah kecuali mendapatkan kesabaran maka hal itu sebagai bentuk usahanya karena ia mendapatkan anak. Ia mengharapkan dengan melalui mereka kekayaannya meningkat dan melalui mereka ia dapat menjalani kehidupan yang lebih mudah." Riwayat mengatakan bahwa Allah SWT membolehkan bagi setan untuk berbuat apa saja kepada anak-anak Ayub. Kemudian setan menggoncangkan rumah yang di situ anak-anaknya tinggal sehingga mereka semua terbunuh. Dalam keadaan demikian, Nabi Ayub berdialog kepada Tuhannya dan menyeru: "Allah memberi dan Allah mengambil. Maka bagi-Nya pujian saat Dia memberi dan mengambil, saat Dia murka dan ridha, saat Dia mendatangkan manfaat dan mudharat. Kemudian Ayub pun sujud dan iblis lagi-lagi tampak tercengang dan merasa malu."
Iblis kembali menemui Allah SWT dan mengatakan bahwa Ayub dapat bersabar karena badannya sehat. Seandainya Engkau memberi kekuasaan kepadaku, ya Rabbi, untuk mengganggu badannya niscaya dia akan berhenti dari kesabarannya. Riwayat mengatakan bahwa Allah SWT menginzinkan setan untuk mengganggu tubuh Ayub. Dikatakan bahwa setan memukul tubuh Nabi Ayub dari kepalanya sampai kakinya sehingga Nabi Ayub sakit kulit di mana tubuhnya membusuk dan mengeluarkan nanah, bahkan keluarganya dan sahabat-sahabatnya meninggalkannya kecuali isterinya. Namun lagi-lagi Nabi Ayub tetap bersabar dan bersyukur kepada Allah SWT. Beliau memuji-Nya pada hari-hari kesehatannya dan ia tetap memuji Allah SWT saat mendapatkan ujian sakit. Dalam dua keadaan itu, Nabi Ayub tetap bersabar dan bersyukur kepada Allah SWT.
Melihat pemandangan itu, amarah setan semakin meningkat namun ia tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya. Di sini setan mengumpulkan para penasihatnya dari pakar-pakar dan ia menceritakan tentang kisah Ayub dan meminta mereka mengeluarkan pendapat—setelah ia menyampaikan rasa putus asanya saat menggodanya atau mencoba menghilangkan sifat sabarnya dan syukurnya.
Salah seorang setan berkata: "Sungguh engkau telah mengeluarkan Adam bapak manusia dari surga, lalu darimana engkau mendatanginya? Oh, yang engkau maksud adalah Hawa?" Terbukalah di hadapan Iblis suatu ide yang baru. Lalu ia pergi ke istri Ayub dan memenuhi hatinya dengan rasa putus asa sehingga ia pergi ke Ayub dan berkata padanya: "Sampai kapan Allah SWT menyiksamu? Di mana harta, keluarga, teman dan kaum kerabat? Di mana masa jayamu dan kemuliaanmu dahulu?"
Mendengar perkataan isterinya itu, Nabi Ayub menjawab: "Sungguh engkau telah dikuasai oleh setan. Mengapa engkau menangisi kemuliaan yang telah berlalu dan anak yang telah mati?" Perempuan itu berkata: "Mengapa engkau tidak berdoa kepada Allah agar Dia menghilangkan cobaan darimu dan menyembuhkanmu serta menghilangkan kesedihannmu?" Nabi Ayub berkata: "Berapa lama kita merasakan kebahagiaan?" Istrinya menjawab: "Delapan tahun." Ayub berkata: "Berapa lama kita mendapat penderitaan?" Istrinya menjawab: "Tujuh tahun." Ayub berkata: "Aku malu jika aku meminta agar Allah SWT melepaskan penderitaanku ketika aku melihat masa kebahagiaanku. Sungguh imanmu tampak melemah dan keputusan Allah SWT membuat hatimu menjadi sempit. Seandainya aku sembuh dan kembali kepada kekuatanku, niscaya aku akan memukulmu dengan seratus kali pukulan dari tongkat. Sejak hari ini, aku tidak memakan dari makananmu dan dari minumanmu atau memerintahkanmu untuk melakukan suatu urusan. Maka pergilah kau dariku."
Akhirnya, isteri Nabi Ayub pergi sehingga Nabi Ayub tinggal sendirian dalam keadaan sabar menanggung penderitaanya. Penderitaan yang seandainya ditimpakan kepada gunung niscaya gunung tidak akan mampu menahannya. Kemudian Nabi Ayub berdoa kepada Allah SWT dalam keadaan penuh kasih sayang dan meminta belas kasih kepada-Nya. Beliau berdoa agar Allah SWT menyembuhkannya. Dan akhirnya, doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Demikianlah riwayat yang populer berkenaan dengan penderitaan Nabi Ayub dan kesabarannya.
Menurut hemat kami riwayat ini palsu karena ia sesuai dengan teks Taurat yang menjelaskan sakitnya Nabi Ayub. Begitu juga kami tidak menerima jika dikatakan bahwa penyakitnya sangat buruk sekali yang menyebabkan masyarakat lari darinya sebagaimana dikatakan oleh dongeng-dongeng kuno. Bagi kami, riwayat semacam itu bertentangan dengan kedudukan kenabian. Yang perlu kita perhatikan dan perlu kita pastikan adalah apa-apa yang telah disampaikan oleh Al-Qur'an berkenaan dengan cerita Nabi Ayub. Al-Qur'an adalah kitab satu-satunya yang pasti benar yang tiada kebatilan di depan dan di belakangnya.
Allah SWT berfirman:
"Dan (ingatlah kisah) Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: ('Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.' Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyahit yang ada padanya dan Kami kembalihan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah." (QS. al-Anbiya': 83-84)
Kita telah memahami bahwa Nabi Ayub adalah hamba yang saleh dari hamba-hamba Allah SWT. Allah SWT menginginkan untuk mengujinya dalam hartanya, keluarganya, dan badannya. Hartanya hilang sehingga ia menjadi orang fakir setelah sebelumnya ia termasuk orang yang paling kaya. Kemudian ia ditinggalkan oleh istrinya dan keluarganya sehingga ia merasakan arti kesunyian dan kesendirian lalu ia ditimpa penyakit dalam tubuhnya dan ia merasa menderita karenanya, tetapi beliau tetap sabar menghadapi semua itu dan tetap bersyukur kepada Allah SWT.
Sakit yang dideritanya cukup lama sehingga beliau menghabiskan waktu-waktu dan hari-harinya dalam keadaan sendirian bersama penyakitnya, rasa sedihnya, dan kesendiriannya. Demikianlah Nabi Ayub merasakan segi tiga penderitaan. Segi tiga penderitaan dalam hidupnya, yaitu sakit, kesedihan, dan kesendirian. Di saat beliau mendapat cobaan seperti itu, pada suatu hari datang pada beliau salah satu pemikiran setan. Pikiran itu berputar-putar di relung hatinya; pikiran itu mengatakan padanya, wahai Ayub penyakit ini dan penderitaan yang engkau rasakan oleh karena godaaan dariku. Seandainya engkau berhenti sabar dalam satu hari saja niscaya penyakitmu akan hilang darimu. Kemudian manusia-manusia berbisik-bisik dan berkata: Seandainya Allah SWT mencintainya niscaya ia tidak akan merasakan penderitaan yang begitu hebat. Demikianlah pemikiran yang jahat itu. Setan tidak mampu untuk mengganggu seseorang kecuali dengan izin Allah SWT sebagaimana Allah SWT tidak menjadikan cinta-Nya kepada manusia identik dengan kesehatan mereka. Sesungguhnya Allah SWT menguji mereka sebagaimana yang dikehendaki-Nya.
Pikiran setan itu berputar di sekitar hati Nabi Ayub seperti berputarnya lalat di musim panas di sekitar kepala manusia, namun beliau mampu menghilangkan pikiran ini dan sambil tersenyum kepada dirinya beliau berkata: "Keluarlah hai setan! Sungguh aku tidak akan berhenti bersabar, bersyukur, dan beribadah." Akhirnya, pikiran jahat itu dengan rasa putus asa keluar dari akal Nabi Ayub. Nabi Ayub duduk dalam keadaaan marah karena setan berani untuk mengganggunya. Beliau membayangkan bahwa boleh jadi setan berani menggodanya dengan memanfaatkan kesendiriannya, penderitaannya, dan penyakitnya.
Istri Nabi Ayub datang dalam keadaan terlambat dan mendapati Nabi Ayub dalam keadaan marah. Istrinya itu menutupi kepalanya dengan suatu kain tertutup. Istri Nabi Ayub menghadirkan atau menghidangkan makanan yang baik untuknya. Nabi Ayub bertanya padanya: "Dari mana engkau mendapati uang?" Nabi Ayub telah bersumpah akan memukulnya seratus kali pukulan dengan tongkat ketika beliau sembuh, tetapi kesabarannya sungguh sangat luas seperti sungai yang besar. Dan di waktu sore, setelah mengetahui kehalalan makanan yang dihidangkan, beliau pun memakannya. Kemudian Nabi Ayub keluar menuju ke gunung dan berdoa kepada Tuhannya.
Allah SWT berfirman:
"Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: 'Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.' (Allah berfirman): 'Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesugguhnya Kami mendapati dia (Ayuh) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia sangat taat (hepada Tuhannya)." (QS. Shad: 41-44)
Bagaimana kita memahami perkataan Nabi Ayub, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan."? Nabi Ayub ingin mengadukan kepada Tuhannya perihal keberanian setan padanya di mana setan membayangkan bahwa ia dapat mengganggunya. Nabi Ayub tidak percaya bahwa sakit yang dideritanya adalah datang karena pengaruh setan.
Demikianlah pemahaman yang sesuai dengan kemaksuman para nabi dan kesempumaan mereka. Allah SWT memerintahkan beliau untuk mandi di salah satu mata air di gunung. Allah SWT memerintahkannya agar beliau minum dari mata air ini. Kemudian Nabi Ayub melaksanakan perintah ini dan mandi serta minum. Belum lama beliau minum pada tegukan yang terakhir sehingga beliau merasakan sehat dan sembuh total dari penyakitnya. Kemudian suhu panas dalam tubuhnya pun kembali normal seperti biasanya. Allah SWT memberikan kepada Ayub dan keluarganya dan orang-orang yang seperti mereka suatu rahmat dari sisi-Nya sehingga Nabi Ayub tidak kembali sendirian. Allah SWT memberinya berlipat-lipat kekayaan dan kemuliaan dari sisi-Nya sehingga Ayub tidak menjadi fakir.
Nabi Ayub kembali mendapatkan kesehatannya setelah lama merasakan penderitaan dan sakit; Nabi Ayub bersyukur kepada Allah SWT. Beliau telah bersumpah untuk memukul istrinya sebanyak seratus pukulan dengan tongkat ketika beliau sembuh. Sekarang beliau sembuh maka Allah SWT mengetahui bahwa beliau tidak bermaksud untuk memukul istrinya. Namun agar beliau tidak sampai melanggar janjinya dan sumpahnya, Allah SWT memerintahkannya agar segera mengumpulkan seikat ranting dari bunga Raihan yang berjumlah seratus dan hendaklah beliau memukulkan itu kepada istrinya dengan sekali pukulan. Dengan demikian, beliau telah memenuhi sumpahnya dan tidak berbohong. Allah SWT membalas kesabaran Ayub dan memujinya dalam Al-Qur'an sebagaimana firman-Nya:
"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 44)